Rabu, 05 Januari 2011

ROB AND KRISTEN SHARE NEW YEAR EVE AGAIN - ARTICLE PEOPLE + LATIMES

Robert Pattinson dan Kristen Stewart merayakan awal tahun 2011 bersama-sama di Inggris.
Pasangan Twilight ini terlihat beberapa kali di The Inn Spyglass di kota Ventnor di Isle of Wight Inggris selama liburan akhir pekan.
Pada Tanggal 31 Desember, siang hari, mereka terlihat menikmati makan siang di sana bersama-sama dan kemudian kembali malam itu sambil menunggu malam tahun baru 2011 dengan mendengarkan live musik bersama sekelompok teman-teman mereka. 
Kelompok sahabat itu bahkan kembali ke The Inn Splyglass bersama-sama pada Hari Tahun Baru.Pattinson dan Stewart berusaha untuk tetap tidak dikenali, hanya dikenali oleh beberapa fans. Pasangan ini duduk berdampingan, mengenakan jeans dan jaket hitam.
Ini adalah tahun kedua berturut-turut yang Pattinson dan Stewart telah menghabiskan Malam Tahun Baru di Isle of Wight, sebuah pulau di Selat Inggris yang merupakan tempat liburan yang populer.

Ini adalah 2 tahun berturut-turut Pattinson dan Stewart melewatkan malam tahun baru di Isle Of Wight, sebuah pulau di Inggris yang terkenal untuk tempat berlibur.

Kristen Stewart dan Robert Pattinson mungkin bukan  jenis orang yang melewatkan tahun baru di Las Vegas atau jet ke Cabo - tetapi itu bukan berarti mereka tidak menyukai 'kabur dari rutinitas'
Untuk tahun kedua , bintang-bintang Twilight ini menikmati waktu istirahat bersama di Inggris di Isle of Wight, dan kota resort besar. 
Dibalut jeans dan jaket hitam, Pattinson dan Stewart muncul beberapa kali di Isle's Spyglass Inn (ironi) makan siang di Malam Tahun Baru, kemudian kembali ke tempat musik *pub* dan menunggu malam tahun baru dengan sekelompok teman.
Pasangan kekasih di layar ini kembali keesokan harinya, dimana menurut 'People'  mereka dikenali oleh "beberapa fans." 
Jadi mengapa lokasi ini lagi, selama dua tahun berturut-turut?
Salah satu kemungkinannya adalah Pattinson cinta musik Inggris. Pulau ini memiliki legendaris festival rock, sebagai akar dalam pertunjukan rock klasik dari orang seperti Jimi Hendrix . Bisa juga untuk alasan romantis - rumah  Osborne yang bergaya ratu victoria terletak di Wight juga. 

lyn millard from TwiFans

"Saya tidak pernah  berkomentar di sinisebelumnya, tapi merasa aku harus saat aku berada di sana. ThePot Lobster adalah pub lokal kami dan kami pergi ke sana setiap New Years Eve, kami melihat Rob dan Kristen tahun lalu dan ketika mereka masuk ke pub mereka tampak mendekat dan menyapa seolah-olah mereka ingat kita, (saya sangat meragukan mereka lakukan itu) tapi itu membuat kami merasa agak baik.Bagaimanapun, mereka berciuman, itu tidak berlangsung lama tapi teman saya dan aku sama-sama mendesah. Masalahnya adalah aku berpikir sekarang papz telah mendapat angin tujuanmereka, saya tidak berpikir mereka akan kembali Rupanya polisi dipanggil di tempat lain yang dikunjungi karena sekitar 300penggemar dan puluhan fotografer memiliki dikelilingi kafe..Mereka adalah orang baik seperti , no airs dan sopan pada semua dan Kristen, meskipun semua pers yang buruk adalah begitu ramah Rob berkata., sampai jumpa tahun depan semua,sebelum mereka pergi. saya hanya berharap mereka lakukan. " 

Robstensessed

Proposal bussines plan


Proposal pengadaan notebook untuk perusahaan – perusahaan bertaraf nasional / internasional di provinsi DKI jakarta

A.    Latar belakang
Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang dengan didukung SDM dan SDA yang cukup bagus. Untuk dapat mengelola semuanya diperlukan pengetahuan terhadap teknologi yang tinggi. Terlebih dengan semakin pesatnya kemajuan zaman yang dilandasi dengan kemampuan teknologi dan informasi yang harus terus diperbaharui. Berbagai macam kemudahan di zaman seperti ini adalah penggunaan laptop yang makin digemari baik di kalangan pekerja kantor maupun remaja sekalipun. Banyak sekali kelebihan yang ditawarkan pada sebuah notebook seperti mudah dibawa atau praktis.
Oleh karena itu perlu dikenalkan pentingnya penggunaan notebook terlebih pada perusahaan – perusahaan yang bersifat modern.

B.     Masalah
Bertolak dari pemikiran orang – orang sebenarnya masalah masalah yang dihadapi minimnya pengguna notebook di perusahaan dikarenakan sebagai berikut :
-          Ketidakmampuan keuangan perusahaan dalam pengadaan notebook dalam jumlah besar.
-          Kurangya pengetahuan dari perusahaan tersebut akan besarnya manfaat dari notebook itu sendiri.
-          Belum adanya promosi dari perusahaan notebook itu sendiri.

C.    Tujuan

1.    Memperkenalkan produk baru yang modern dan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau
2.    Memperkenalkan penggunaan notebook yang lebih praktis dan hemat energi
3.    Menumbuhkan minta di kalangan pekerja untuk dapat berinovasi sehingga pekerjaan menjadi lebih baik

D.    Sasaran
Sasaran dari pengadaan notebook ini adalah perusahaan – perusahaan yang bertaraf nasional maupun internasional yang modern.

E.     Keuangan pemodalan
Perusahaan ini berbentuk perseran terbatas yang terdiri dari RUPS, direksi, komisaris. Modal perusahaan ini terbagi atas beberapa saham yang besarnya ditentukan :
-          Modal dasar perusahaan ini paling sedikit Rp. 15 Milyar
-          Modal disetorkan oleh para pemilik saham minimal 25% dari modal dasar

F.     SDM dan organisasi
 SDM :
Perusahaan ini memiliki SDM yang berkualitas pada masing – masing bagiannya yang terdiri dari :           -  lulusan SMK pada bagian produksi
             -  lulusan D3 komputer dan
            -  lulusan S1
Organisasi :
Sejak tahun 2000 perusahaan ini telahbergabung dalam sebuah organisasi yaitu Perhimpunan Perusahaan Notebook Indonesia ( PPNI ).

G.    Teknik dan produksi
Perusahaan ini memiliki teknologi perakit notebook yang sangat canggih, yang digerakkan oleh sistem komputer sehingga hasilnya pun menjadi maksimal. Mesin – mesin yang digunakan berasal dari jerman dan berbagai negara lain di eropa yang berstandar internasional. Kapasitas produksi padasaat ini dapat menghasilkan 100 unit notebook per hari.

H.    Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan promosi ini adalah sebagai berikut :
a.       Kegiatan promosi akan dilaksanakan pada hari senin, 10 Januari 2011
b.      Kegiatan promosi akan diikuti oleh sejumlah pegawai/karyawan
c.       Pegawai/karyawan menyaksikan demo penggunaan notebook oleh staff perusahaan
d.      Selanjutnya, pegawai/karyawan diperbolehkan mencoba dengan didampingi oleh instruktur
e.       Adanya sesi tanya jawab seputar notebook tersebut

I.       Spesifikasi Notebook ( march )
Spesikasi notebook ini menggunakan teknologi yang sangat modern. Sebagai berikut :
1.      Model              :  XXI – neon
2.      Processor         :  intel core i5 – 450 M 2.4 Ghz
3.      Layar               :  TFT LCD 14,0”
4.      Memory           :  4 Gb RAM
5.      Hardisk           :  500 Gb
6.      Weight                        :  2,3 kg
7.      Colour             : all colour
8.      DVD multi, webcam, bluetooth
9.      Batteray 6 cell
10.  Windows 7

J.      Anggaran Pengadaan Notebook
Anggaran untuk melakukan pengadaan notebook ini. Kami tawarkan sebagai berikut :
1 notebook lengkap dengan perangkatnya seharga Rp. 6.000.000,00,- dengan bonus tas dan chasing.
No
Paket
Rincian anggaran
1
Paket 1 :
Untuk pembelian sebanyak 50 notebook lengkap dengan perangkatnya
Rp 300.000.000,00,-
gratis service selama 2 tahun
Ket : untuk pembelian paket ini secara tunai akan mendapatkan cashback

2
Paket 2 :
Untuk pembelian sebanyak 100 notebook lengkap dengan perangkatnya
Rp 600.000.000,00,-
Gratis service selama 2 tahun
Ket : untuk pembelian paket ini secara tunai akan mendapatkan cashback + potongan harga sebesar 5%



K.    Pemasaran

1.      Pemesanan notebook bisa dilakukan pada saat promosi ini berlngsung atau setelah promo ini berlangsung atau pada kantor pemasaran jl. Sultan hasanuddin no 100 Jakarta – Selatan
2.      Pemesanan bisa dilakukan via telepon dengan menghubungi nomor 021 – 2345677 serta secara online di website kami www.marchnotebook.com
3.      Barang di antar paling lambat 3 hari setelah dilakukannya penerimaan uang muka yang dikirim via ATM BCA dan MANDIRI

L.     Penutup
Demikian proposal ini kami ajukan, semoga mendapat izin dari bapak.



                                                                                                            Jakarta, 5 januari 2011
                                                                                                            Ketua penyelenggara


                                                                                                            Drs. Soebagyo Sono

Selasa, 04 Januari 2011

aplikasi Pengawasan Manajemen dalam kehidupan sehari-hari


A. Pengertian Pengawasan
Pengawasan adalah proses untuk memastikan bahwa segala aktifitas yang terlaksana sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Pengawasan manajemen adalah suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan manajemen dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan dimana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya untuk mencapai tujuan atau sasaran manajemen.
Fungsi Pengawasan adalah proses untuk menetapkan pekerjaan yang sudah dilakukan, menilai dan mengoreksi agar pelaksanaan pekerjaan itu sesuai dengan rencana semula.
B. Bentuk-bentuk Pengawasan
1. Pengawasan Pendahulu (feeforward control, steering controls)
Dirancang untuk mengantisipasi penyimpangan standar dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum kegiatan terselesaikan.
2. Pengawasan Concurrent (concurrent control), Yaitu pengawasan “Ya-Tidak”, dimana suatu aspek dari prosedur harus memenuhi syarat yang ditentukan sebelum kegiatan dilakukan guna menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan.
3. Pengawasan Umpan Balik (feedback control, past-action controls)
Yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang telah dilaksanakan, guna mengukur penyimpangan yang mungkin terjadi atau tidak sesuai dengan standar.
C. Metode-metode Pengawasan
Metode-metode pengawasan dibagi menjadi dua bagian :
1. Pengawasan non-kuantitatif
Pengawasan non-kuantitatif tidak melibatkan angka-angka dan dapat digunakan untuk mengawasi prestasi organisasi secara keseluruhan. Teknik-teknik yang sering digunakan adalah:
• Pengamatan (pengendalian dengan observasi).
• Inspeksi teratur dan langsung.
• mengamati kegiatan atau produk yang dapat diobservasi.
• Laporan lisan dan tertulis.
• Evaluasi pelaksanaan.
• Management by Exception (MBE).

2. Pengawasan Kuantitatif
Pengawasan kuantitatif melibatkan angka-angka untuk menilai suatu prestasi. Beberapa teknik yang dapat dipakai dalam pengawasan kuantitatif adalah:
• Anggaran
• Audit
• Analisis break-even
• Analisis rasio
D. Tahap-tahap Proses Pengawasan
1. Tahap Penetapan Standar, Tujuannya adalah sebagai sasaran, kuota, dan target pelaksanaan kegiatan yang digunakan sebagai patokan dalam pengambilan keputusan. Bentuk standar yang umum, yaitu :

a. standar phisik
b. standar moneter
c. standar waktu
2. Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat
3. Tahap Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Beberapa proses yang berulang-ulang dan kontinue, yang berupa atas, pengamatan, laporan, metode, pengujian, dan sampel.
4. Tahap Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisa Penyimpangan
Digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyimpangan dan menganalisanya, juga digunakan sebagai alat pengambilan keputusan.
5. Tahap Pengambilan Tindakan Koreksi
Bila diketahui dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan, dimana perlu ada perbaikan dalam pelaksanaan.
E. Syarat-syarat Pengawasan
1. Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan.
2. Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi dengan segera.
3. Pengawasan harus mempunyai pandangan ke depan.
4. Pengawasan harus obyektif,teliti,dan sesuai dengan standard
5. Pengawasan harus luwes atau fleksibel.
6. Pengawasan harus serasi dengan pola organisasi.
7. Pengawasan harus ekonomis.
8. Pengawasan harus mudah dimengerti.
9. Pengawasan harus diikuti dengan perbaikan atau koreksi.
F. Tujuan Pengawasan
Tujuan dilaksanakan pengawasan adalah :

1. Untuk menjadikan hasil kegiatan sesuai dengan tujuan
2. Untuk memecahkan masalah
3. Untuk mengurangui resiko kegagalan suatu rencana
4. Untuk mengetahui kelemahan – kelemahan pelaksaannya
G. Jenis-jenis Pengawasan
Jenis-jenis pengawasan dapat ditinjau dari 3 segi :
1. Pengawasan dari segi waktu, yang dipakai dalam pengawasan ialah perencanaan budget, sedangkan pengawasan secara repensif alat budget dan laporan.
2. Pengawasan dilihat dari segi obyektif, Pengawasan dari segi obyektif ialah pengawasan terhadap produksi dan sebagainya. Ada juga yang mengatakan karyawan daru segi obyek merupakan pengawasan secara administratif dan pengawasa operatif. Contoh pengawasan administratif ialah pengawasan anggaran, inspeksi, pengawasan order dan pengawasan kebijaksanaan.
3. Pengawasan dari segi subyek, Pengawasan dari segi subyek terdiri dari pengawasan intern dan pengawasan ekstern

aplikasi kepemimpinan dalam kehidupan

aplikasi kepemimpinan dalam kehidupan
Tinjauan Ilmu Manajemen
 
 
Pengertian Kepemimpinan
Apakah arti kepemimpinan? Menurut sejarah, masa “kepemimpinan” muncul pada abad 18. Ada beberapa pengertian kepemimpinan, antara lain:
 
  1. Kepemimpinanadalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).
  2. Kepemimpinanadalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).
  3. Kepemimpinanadalahsuatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).
  4. Kepemimpinanadalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya.
  5. Kepemimpinanadalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281).
 
Banyak definisi kepemimpinan yang menggambarkan asumsi bahwa kepemimpinan dihubungkan dengan proses mempengaruhi orang baik individu maupun masyarakat. Dalam kasus ini, dengan sengaja mempengaruhi dari orang ke orang lain dalam susunan aktivitasnya dan hubungan dalam kelompok atau organisasi. John C. Maxwell mengatakan bahwa inti kepemimpinan adalah mempengaruhi atau mendapatkan pengikut.
 
Pengertian Pemimpin
 
Pemimpin adalah inti dari manajemen. Ini berarti bahwa manajemen akan tercapai tujuannya jika ada pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekelompok orang tanpa menanyakan alasan-alasannya. Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama (Panji Anogara, Page 23).
 
Tugas Dan Peran Pemimpin
 
Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:
1.      Pemimpin bekerja dengan orang lain
Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar organisasi. 
 
2.      Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas).
Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafnya tanpa kegagalan.
 
3.      Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas
Proses kepemimpinan dibatasi sumber, jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.
4.     Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual
Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain. 
  
5.     Manajer adalah seorang mediator
Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).
 
6.     Pemimpin adalah politisi dan diplomat
Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.
 
7.     Pemimpin membuat keputusan yang sulit
Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.
 
Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah :
1.      Peran hubungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.
2.      Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.
3.      Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator
 
Prinsip- Prinsip Dasar Kepemimpinan
 
Prinsip, sebagai paradigma terdiri dari beberapa ide utama berdasarkan motivasi pribadi dan sikap serta mempunyai pengaruh yang kuat untuk membangun dirinya atau organisasi. Menurut Stephen R. Covey (1997), prinsip adalah bagian dari suatu kondisi, realisasi dan konsekuensi. Mungkin prinsip menciptakan kepercayaan dan berjalan sebagai sebuah kompas/petunjuk yang tidak dapat dirubah. Prinsip merupakan suatu pusat atau sumber utama sistem pendukung kehidupan yang ditampilkan dengan 4 dimensi seperti; keselamatan, bimbingan, sikap yang bijaksana, dan kekuatan.   Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Coney) sebagai berikut:
 
1.   Seorang yang belajar seumur hidup
Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, belajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.
2.     Berorientasi pada pelayanan
Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik.
3.     Membawa energi yang positif
Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus dapat menunjukkan energi yang positif, seperti ;
 
a.     Percaya pada orang lain
Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian.
b.      Keseimbangan dalam kehidupan
Seorang pemimpin harus dapat menyeimbangkan tugasnya. Berorientasi kepada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat.
c.      Melihat kehidupan sebagai tantangan
Kata ‘tantangan’ sering di interpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif, ketrampilan, kreatifitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan.
d.     Sinergi
Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis perubahan. Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Menurut The New Brolier Webster International Dictionary, Sinergi adalah satu kerja kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang atasan, staf, teman sekerja.
e.     Latihan mengembangkan diri sendiri
Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses. Proses daalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan dengan: (1) pemahaman materi; (2) memperluas materi melalui belajar dan pengalaman; (3) mengajar materi kepada orang lain; (4) mengaplikasikan prinsip-prinsip; (5) memonitoring hasil; (6) merefleksikan kepada hasil; (7) menambahkan pengetahuan baru yang diperlukan materi; (8) pemahaman baru; dan (9) kembali menjadi diri sendiri lagi.
Mencapai kepemimpinan yang berprinsip tidaklah mudah, karena beberapa kendala dalam bentuk kebiasaan buruk, misalnya: (1) kemauan dan keinginan sepihak; (2) kebanggaan dan penolakan; dan (3) ambisi pribadi. Untuk mengatasi hal tersebut, memerlukan latihan dan pengalaman yang terus-menerus. Latihan dan pengalaman sangat penting untuk mendapatkan perspektif baru yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.
 
Hukum alam tidak dapat dihindari dalam proses pengembangan pribadi. Perkembangan intelektual seseorang seringkali lebih cepat dibanding perkembangan emosinya. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mencapai keseimbangan diantara keduanya, sehingga akan menjadi faktor pengendali dalam kemampuan intelektual. Pelatihan emosional dimulai dari belajar mendengar. Mendengarkan berarti sabar, membuka diri, dan berkeinginan memahami orang lain. Latihan ini tidak dapat dipaksakan. Langkah melatih pendengaran adalah bertanya, memberi alasan, memberi penghargaan, mengancam dan mendorong. Dalam proses melatih tersebut, seseorang memerlukan pengontrolan diri, diikuti dengan memenuhi keinginan orang.
 
Mengembangkan kekuatan pribadi akan lebih menguntungkan dari pada bergantung pada kekuatan dari luar. Kekuatan dan kewenangan bertujuan untuk melegitimasi kepemimpinan dan seharusnya tidak untuk menciptakan ketakutan. Peningkatan diri dalam pengetahuan, ketrampilan dan sikap sangat dibutuhkan untuk menciptakan seorang pemimpin yang berpinsip karena seorang pemimpin seharusnya tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga emosional (IQ, EQ dan SQ).
 
Daftra Pustaka
Deviton JA., 1995 The Interpersonal Communication Book, 7th Ed., Hunter College of The City University of New York.
Greenberg J. & Baron RA., 1996 Behavior in Organizations: Understanding & Managing The Human Side of Work, Prentice Hall International Inc., p: 283 – 322.
Muchlas M., 1998 Perilaku Organisasi, dengan Studi kasus Perumahsakitan, Program Pendidikan Pasca Sarjana Magister Manajemen Rumahsakit, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Nortcraft GB and Neale MA., 1990 Organizational Behavior: A Management Challenge, The Dryden Press, Rinehart & Winston Inc.
Robbins S., 1996 Organizational Behavior: Concepts, Controversies, and Applications., San Diego State Uniersity, Prentice Hall International Inc.
Robbins S., 1996 Perilaku Organisasi: Konsep, Kontroversi dan Aplikasi, San Diego State University, diterbitkan oleh PT Prenhalinddo, Jakarta.